Desa Tumang adalah salah satu desa wisata kerajinan yang terdapat di kecamatan Cepogo kabupaten Boyolali. Tanah yang subur dan letaknya yang berada di kaki gunung Merbabu menjadikan desa ini sebagai desa wisata. Namun gelar desa wisata tidak didapatkan dari keindahan alamnya melainkan dari mata pencaharian utama penduduk di desa Tumang Boyolali yang sebagian besarnya merupakan pengrajin tembaga.

Desa Tumang dikenal sebagai desa pengrajin tembaga. Hampir semua warga di desa Tumang mendirikan Home Industri kerajinan tembaga. Dari waktu ke waktu desa Tumang semakin berkembang, dikenal sebagai desa wisata menjadikan Tumang lebih dikenal dunia luar. Kerajinan yang dihasilkan pun kian bervariasi. Yang dulunya hanya memproduksi perabot rumah tangga kini home industri ini mulai menggarap berbagai variasi lain dalam karyanya. Sentuhan motif-pun lebih beraneka ragam tidak ada lagi motif monoton yang sama.

Memang kerajinan tembaga Tumang mempunyai coraknya sendiri, bertahan dengan budayanya. Namun mereka juga menerima masukan dari pelanggan. Berkembang dan berkembang dan terus selalu berkembang menjadi motto para pengrajin. Untuk itu demi meningkatkan kualitas, saran dan masukkan dari luar sangat dibutuhkan dalam perkembangannya.

Berbagai variasi telah dikembangan, dari yang semula hanya membuat aneka perlengkapan memasak yang berupa: dandang, kenceng dan kwali. Menjadi lebih bervariasi mulai dari bathtub, wastafel, lampu gantung dan berbagai assesoris furnitur lainnya. Dan yang tidak kalah hebatnya, kerajinan tembaga tumang mulai menata karir di kancah pasar internasional.

Banyak fasilitas-fasilitas umum yang mulai menggunakan kerajinan tembaga sebagai hiasan. Masjid, klentheng dan juga fasilitas lain menggunakan kerajinan tembaga yang semakin hari semakin bervariasi. Kerajinan tembaga dirasa cukup untuk memberikan berbagai kesan, antik mewah dan elegan.